바로가기 및 건너띄기 링크
본문 바로가기
주메뉴 바로가기

Pengumuman KCCI

Menelisik Produk Lokal Indonesia yang Menggunakan Simbol Korea

  • waktu postinganAgu 31, 2026

Salah satu fenomena Hallyu di Indonesia yang menarik perhatian datang dari beragam produk konsumsi buatan lokal Indonesia, namun memasukkan unsur simbol budaya Korea. Hal ini dibahas dalam Kuliah Khusus bertema “Korean VibesLocal Brand: Hangeul sebagai Strategi Branding” yang berlangsung pada 26 Agustus 2026 di Korean Cultural Center Indonesia (KCCI), Jakarta.


Pada acara ini, KCCI mengundang pembicara Dr. Suray Agung Nugroho, pengajar Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Judul dari paparan pembicara adalah “Korean VibesLocal Brand: Dekonstruksi Fenomena Hangeul Marketing di Indonesia dan Masa Depan Diplomasi Budaya Korea”.


Dr. Suray memulai dengan mengajak peserta untuk melihat salah satu fenomena perubahan nama yang dilakukan salah satu produk. Dari ‘mas’ (salah satu kata sapaan hormat untuk laki-laki, khususnya yang lebih tua) menjadi ‘oppa’, bahasa Korea yang memiliki arti sama dengan ‘mas’. Dr. Suray memperlihatkan banyak contoh ketika Hangeul mulai menjadi visual yang dapat ditemukan dalam keseharian di Indonesia.


Dipaparkan bahwa saat ini, banyak konsumen yang tidak bisa berbahasa Korea pun dapat mengenali produk beraksara Hangeul. Saat ini, Hangeul telah menjadi global visual currency, bukan sekadar aksara, melainkan simbol ekonomi kreatif global.


Acara dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab, serta diakhiri dengan kuis untuk para peserta.


Paparan oleh pembicara Dr. Suray Agung Nugroho

Suasana kuliah khusus

Sesi tanya-jawab bersama peserta kuliah khusus